Selasa, 03 Mei 2011

KARAKTERISTIK IBU MENOPAUSE DENGAN DIABETES MELITUS DI RUMAH SAKIT HAJI MEDAN TAHUN 2009


BAB I
PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang
Penyakit Diabetes Melitus (DM) atau yang lebih dikenal sebagai penyakit kencing manis adalah kumpulan gejala yang timbul pada seseorang akibat Glukosa Darah (GD)  yang tinggi (hiperglikemia), kadar GD tinggi ini disebabkan jumlah hormon  insulin atau jumlah insulin cukup bahkan kadang-kadang lebih, tetapi kurang efektif (resis tensi insulin) (Soewondo, 2006).
Menopouse sebagai peride berhentinya haid secara alamiah yang biasanya terjadi antara usia 45 tahun dan 50 tahun. Menopause kadang-kadang juga dinyatakan sebagai masa berhentinya haid sama sekali(lestari, 2010).
1
 
Menjadi tua adalah proses mengembangkan hidup yang berkaitan dengan kumpulan perubahan yang di orang lanjut usia (lansia) dapat meningkatkan resiko kematian. Sindroma metabolik merupakan salah satu perubahan tersebut yang dikenal secara klinis dan hasil laboratorik yaitu obesitas, hipertensi, intoleransi glukosa, dislipidemia, proinflammatory dan prothrombotic state. Hal ini dapat meningkatkan prevalensi diabetes melitus tipe 2 (T2DM) dan komplikasinya. Karena banyak kasus DM tidak terdiagnosis, penyaringan (skrining) yang diikuti pencegahan dan penatalaksanaan sangat diperlukan. Menyaring (skrining) orang lanjut usia dengan satu atau lebih komponen sindroma metabolik yang belum terdiagnosis DM dengan menilai glukosa darah puasa dan dua jam sesudah beban untuk diagnosis DM dan resiko kematiannya. Penyaringan (skrining) dilakukan di 1080 lansia umur 45 tahun atau lebih di Makassar yang diduga DM dengan tes glukosa plasma puasa dan dua jam sesudah beban, kemudian dinilai menurut klasifikasi WHO 1998. Dari 1080 pasien yang terdiri atas 560 (51,85%) laki-laki dan 520 (48,15%) perempuan, ditemukan DM, 420 (38,89%) dengan glukosa plasma puasa >126 mg/dl, 425 (39,35%) dengan 2 jam sesudah beban glukosa > 200 mg/dl dan 517 (47,87%) dengan glukosa plasma puasa >126 mg/dl serta 2 jam sesudah beban > 200 mg/dl. Satu atau lebih komponen sindroma metabolik orang tua merupakan biomarker atau prediktor untuk T2DM dan PJV. Pemeriksaan kesehatan secara reguler atau sedikitnya tes gula darah puasa dan 2 jam sesudah beban glukosa di orang tua perlu dilakukan dan termasuk dalan sistem asuransi kesehatan. Diagnosis dini diabetes dan penatalaksanaannya berarti mengurangi komplikasi, cacat, kematian maupun pembiayaan (journal.unair.ac.id, 2010)
Sebagian besar kasus diabetes adalah diabetes tipe 2 yang disebabkan faktor keturunan. Tetapi faktor keturunan saja tidak cukup untuk menyebabkan seseorang terkena  diabetes karena resikonya hanya sebesar 5%. Ternyata diabetes tipe 2 lebih sering terjadi pada orang yang mengalami obesitas alias kegemukan akibat gaya hidup yang dijalaninya (Nabyl, 2009).
Penelitian epidemiologi di Jakarta, pendapat prevalensi DM 1,7% (1982), 5,7% (1991), dan menjadi 13,8% pada tahun 2001 (soewondo, 2006).
Hasil survey awal di Rumah Sakit Haji Medan pada tahun 2007 berjumlah 45 kasus ibu menopouse dengan diabetes melitus dan pada tahun 2008 terdapat 25 kasus  ibu menopouse  dengan diabetes melitus, sedangkan pada tahun 2009 sedikit mengalami peningkatan sebanyak 46 kasus ibu menopouse  dengan diabetes melitus.
Dari latar belakang diatas, peneliti  tertarik untuk melaksanakan  penelitian ”Karakteristik Ibu Menopouse dengan Diabetes Melitus di Rumah Sakit Haji Medan Tahun 2009”.

1.2    Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang diatas yang menjadi  rumusan masalah adalah bagaimana Karakteristik Ibu Menopouse dengan Diabetes Melitus di Rumah Sakit Haji Medan Tahun 2009.

1.3    Tujuan penelitian
1.3.1        Tujuan umum
Untuk mengetahui Karakteristik Ibu Menopouse dengan Diabetes Melitus di Rumah Sakit Haji Medan Tahun 2009.

1.3.2        Tujuan khusus
1.      Untuk mengetahui Karakteristik Ibu Menopouse dengan Diabetes Melitus di Rumah Sakit Haji Medan Tahun 2009 berdasarkan tipe.
2.      Untuk mengetahui Karakteristik Ibu Menopouse dengan Diabetes Melitus di Rumah Sakit Haji Medan Tahun 2009 berdasarkan umur.
3.      Untuk mengetahui Karakteristik Ibu Menopouse dengan Diabetes Melitus di Rumah Sakit Haji Medan Tahun 2009 berdasarkan riwayat keturunan.

1.4    Manfaat penelitian
  1. Instansi Pendidikan
Merupakan bahan bacaan bagi instansi pendidikan dalam proses belajar.
  1. Instansi Rumah Sakit
Merupakan bahan masukan bagi para petugas kesehatan dalam penagangan penderita diabetes melitus dan informasi untuk peneliti kasus tersebut dimasa yang akan datang.
  1. Penulis
Menambah wawasan pengetahuan dan pengalaman penulis dalam penerapan ilmu yang diperoleh selama mengikuti perkuliahan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar